andrea’s Blog


untuk yang sedang membutuhkan Allah
April 30, 2009, 8:35 pm
Filed under: Uncategorized

TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Keluaran 13:21

Allah berjalan di depan Bangsa Israel - menuntun langkah kehidupan mereka. Allah menuntun perjalanan mereka menuju ke tanah perjanjian melalui jalan yang terbaik. Tiang awan dan tiang api bagi Bangsa Israel di siang dan malam hari. Kitab Keluaran memberitahu kita bahwa tiang api dan tiang awan ini merupakan salah satu ‘Theophany’ (manifestasi wujud Allah yang nyata) terbesar yang di catat di Alkitab. Allah menunjukkan secara nyata diri-Nya yang teramat sangat besar melalui tiang awan dan tiang api. Luar biasa bukan?!? Di dalam bentuk ini Allah benar-benar menyatakan kepada manusia akan penyertaan-Nya yang sempurna. Allah selalu hadir bagi manusia, menuntun melalui jalan yang terbaik, memelihara, memberkati dan mengasihi mereka waktu siang ataupun malam.

Membayangkan hal ini saya selalu menjadi teramat sangat terharu.. Allah mempedulikan hidup saya.. Allah berjalan di depan saya.. Allah selalu bersama dengan saya sepanjang jalanan kehidupan saya.. Ia menyediakan apa yang saya perlukan.. Ketika kehidupan menjadi kering.. luka-luka hati infeksi.. masalah demi masalah membuat hidup menjadi lelah dan dahaga.. Allah tidak meninggalkan kita.. Ia selalu ada berjalan di depan kita, menyediakan keteduhan dan pemulihan bagi kita.. Ketika hidup menjadi suram.. segala sesuatu tampak gelap dan tidak ada harapan.. hati menjadi dingin karena kekhawatiran.. masa depan sulit untuk diprediksi.. Allah tidak meninggalkan kita, Ia tetap ada mempedulikan kita, memberikan kehangatan dan terang kehidupan.

Penyertaan-Nya yang sempurna dan nyata di gurun kehidupan orang Israel menjadi pernyataan-Nya juga bagi kehidupan kita hari ini. Apakah hari ini kita sedang tidak bisa melihat penyertaan-Nya yang nyata dalam kehidupan kita? Firman-Nya adalah bentuk penyertaan-Nya yang paling nyata di zaman ini. Tiang awan dan tiang api bagi orang Israel di sepanjang perjalanan kehidupan mereka melewati gurun, hari ini kita juga memiliki Firman Tuhan yang akan menuntun dan menerangi kita sehingga kita dapat terus berjalan siang dan malam.

“We don’t need to know where we’re going if we’re following the Shepherd”

post by: andre



me… it’s all about me…
April 25, 2009, 7:03 am
Filed under: Uncategorized

Salah satu tanda akhir jaman adalah manusia menjadi semakin mencintai dirinya sendiri… alias egois. Yups… benar sekali. Orang-orang yang alturis (mementingkan kepentingan orang lain) sudah menjadi semacam benda antik di museum. Bahkan dalam gereja pun sangat sulit menemukan mahluk jenis gini. Dari hasil angket yang pernah saya bagikan kepada aktifis remaja (yang notabene menyatakan dirinya sebagai orang yang cukup dewasa kerohaniannya), hampir setengah dari kami sama sekali belum menganut dan tidak cukup tertarik dengan prinsip alturis ini… kami aktif luar biasa di gereja… kami melayani hampir setiap hari… kami menjadi pelayan di mimbar… tapi ironis sekali, secara tidak sadar kami melakukan semua itu untuk diri sendiri (jauh di lubuk hati… kita tau… seringkali kita melakukannya). Manusia dari jaman ke jaman akan semakin mementingkan dirinya sendiri… bukan Allah, bukan sesamanya… yang nomor satu itu saya… yang penting saya puas… yang penting saya nyaman dulu… baru pikirkan orang lain..

Firman Tuhan juga membahas tentang sikap ini dalam perumpaan tentang orang Samaria yang murah hati di Lukas 10:25-37. Dari perikop tersebut kita menemukan 3 tipe orang.

1. Orang yang berprinsip memberi karena KEUNTUNGAN

Saya akan menolong orang-orang yang bisa memberi keuntungan kepada saya (pemimpin yang dapat mempromosikan saya… temen-teman yang bisa dimanfaatkan, orang-orang yang berpengaruh… orang-orang yang bisa memenuhi keinginan saya, orang-orang yang berguna bagi saya, dst). [egois yang nyata].

Atau ini juga berarti… menghindar untuk menolong orang kalau tidak menguntungkan saya… Merugikan orang lain sih tidak… tapi jangan menganggu kepentingan saya… kamu ya kamu.. saya ya saya… kita tidak ada hubungan.. [egois yang tersembunyi]

Teman… bukankah kita hanya mementingkan diri sendiri… kita hanya memilih melakukan hal-hal yang kita suka… kita hanya akan menolong orang kalau… saya lagi ga sibuk… mood saya lagi baik… orang itu ga nyebelin… orang itu suatu saat bisa bantu saya… dst… kita gagal untuk melakukan Firman Tuhan. Seringkali kita hanya mementingkan orang-orang dengan harapan kita mendapatkan keuntungan dari mereka. Kalo mereka sudah tidak berguna lagi.. yah.. maap… c u bye bye…

[Bukan ini yang amsal maksud tentang orang yang memberi…]

2. Prinsip memberi karena PERINTAH

Artinya… saya hanya akan menolong orang-orang karena kewajiban saya… saya orang Kristen… so… saya harus menolong pengemis donk… apa kata dunia kalau saya tidak memberi pertolongan… saya kan seorang pelayan di gereja, jadi yah kalau ada orang yang minta pertolongan ga enak kalo saya tolak… dia kan orang-orang yang pernah menolong kita masa kita ga bales kebaikan dia… merekalah orang-orang yang pantas mendapatkan kebaikan kita… menyumbangkan uang buat orang miskin?? Itu kan urusan gereja… saya kan sudah perpuluhan… Angkat-angkat sound system yang berat… ah itu mah tugas perlengkapan bukan tugas saya… dst…

Yah… yang menjadi dorongan orang-orang seperti ini adalah harus-harus-harus dan harus… mereka menolong orang sebenarnya juga untuk kepentingan mereka sendiri. Seringkali mereka hanya melakukan hal yang sekedarnya… Motif seperti ini membuat pertolongan yang diberikan bersifat basa-basi… tidak sungguh-sungguh. Mottonya: “yang penting udah ditolong… udah bagus ditolong…”

Teman bukankan seringkali kita juga melakukan hal ini… kita hanya menolong karena rasa terpaksa… karena status… karena perintah… bukan karena kasih… bahkan kadang seringkali kita melakukannya karena Firman Tuhan… hal ini benar… tetapi tidak tepat… karena seharusnya Firman Tuhah mengajarkan kita untuk melakukan dengan prinsip yang ketiga.

3. Prinsip memberi karena ORANG LAIN BENAR-BENAR MEMBUTUHKANNYA

Artinya… saya akan menolong dan mengutamakan siapapun seperti Tuhan Yesus… kalau ada temen yang sedang bergumul saya akan berusaha menemaninya walau saya juga lagi BT (abis dia kayanya butuh pendengar yang baik)… saya akan mentraktir teman saya biar dia merasa dikasihi (bukan mengaharapkan suatu hari ditraktir balik)… saya akan menjadi teman yang baik (supaya dia mengalami Yesus… bukan supaya saya menjadi idolanya)…

Dorongan ini adalah apa yang Tuhan maksud… dorongan ini menimbulkan suatu tindakan alturis yang sejati… yang tidak asal… yang betul-betul bisa mengubah hidup orang. Tindakan yang benar-benar seperti Tuhan Yesus yang penuh denga kasih dan selalu bersedia melakukan yang terbaik bagi orang lain. Dan hari ini kalau kita ingin menjadi murid-Nya yang sejati… kita benar-benar harus mempelajari jurus yang paling ampuh, yaitu seni mengutamakan orang lain seperti Yesus.

Amsal 11:25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Dunia mengatakan untuk mempertahankan apa yang kita miliki sebisa mungkin, tetapi Allah memberkati mereka yang melepaskan harta, waktu dan energi –nya bagi sesamanya. Allah berjanji, ketika kita memberi, Dia akan menyediakan kebutuhan kita lebih daripada apa yang dapat kita miliki. Sukacita kebebasan dari hati yang tidak egois diberikan hanya kepada kita orang-orang yang tahu seni mengutamakan orang lain.

post by: andre



Alas! and did my Savior bleed
April 11, 2009, 4:33 am
Filed under: Uncategorized

Alas and did my Savior bleed
And did my Sovereign die
Would He devote that sacred head
For such a worm as I
Was it for sins that I had done
He groaned upon the tree
Amazing pity, grace unknown
And love beyond degree

My God why would
You shed Your blood
So pure and undefiled
To make a sinful one like me
Your chosen precious child

Well might the sun in darkness hide
And shut His glories in
When Christ the mighty Maker died
For man the creature’s sin
Thus might I hide my blushing face
While His dear Cross appears
Dissolve my heart in thankfulness
And melt my eyes to tears

Music and chorus lyrics by Bob Kauflin
Lyrics by Isaac Watts