Filed under: Uncategorized
Nats: Amsal 30:7-9
Jangan sampai aku mengucapkan kata-kata curang dan dusta, dan jangan biarkan aku miskin atau kaya. Berikanlah kepadaku hanya apa yang kuperlukan. (Amsal 30:8 BIS)
Kalau MISALNYA suatu hari Malaikat Tuhan tiba2 muncul di hadapan kita seperti jin lampu ajaib menawarkan 2 permintaan, kira2 permintaan apa yang akan kita minta? (kalau orang licik pasti permintaan yang keduanya minta 5 permintaan lagi, ha8x.) Apapun yang kita minta pasti bakal jadi sangat menyenangkan jika kita memperolehnya (yah… walau ga ada jin lampu ajaibnya seengganya “make a wish” kita waktu ulang tahun udah dijawab… itu cukup). Sadar atau tidak sadar kita sering mengajukkan permohonan kepada Tuhan. Pengen punya HP baru, pengen punya laptop, pengen studynya sukses, pengen kuliah di luar negeri, pengen dapet kerjaan yang gajinya ratusan juta (ekstrim!), pengen punya pacar, pengen melayani dengan sungguh2, pengen ini, pengen itu… semuanya kita minta. Meminta itu boleh, make a wish di hari ulang tahun juga ga salah (walau sebetulnya permohonan di hari ultah ga lebih special daripada permohonan hari lain), tapi permohonan kita akan jauh lebih baik pada saat permohonan kita sesuai dengan Firman Tuhan. Kita akan belajar dari Amsal. Amsal 30 puluh ditulis oleh Agur (emang bukan Anggur!) (tidak banyak diketahui siapa itu Agur, tetapi banyak ahli menduga Agur adalah seorang guru yang sangat bijaksana yang berasal dari Kerajaan Lamuel di Arab bagian Utara) seorang yang sangat bijaksana. Seperti Salomo, Agur dipakai Tuhan untuk menumpahkan kebijaksanaannya bagi kita dengan mengajarkan 2 prinsip dasar terpenting pada saat kita akan mengajukan permohonan kepada Tuhan. Permohonan Agur yang pertama, “Jauhkan perkataan yang kosong (sia-sia, sombong) dan perkataan yang bohong (tidak benar)”. Artinya, Agur meminta hati yang bijaksana untuk meminta segala sesuatu yang benar/sejati dan menyenangkan hati Tuhan. Seringkali permintaan kita menjadi bom waktu bagi kita (orang-orang gede mulut kudu bertobat) karena motivasi yang sesungguhnya adalah kesombongan, kesia-siaan, dan hal-hal yang tidak kekal. Bisa jadi seringkali permohonan kita SEOLAH-OLAH baik, padahal jauh dalam hati kita, kita tau ada motivasi lain. Apakah pada saat kita berdoa tentang keberhasilan pelayanan kita adalah karena kita sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan jiwa2 atau sebenarnya ada kepentingan pribadi lain dalam pelayanan yang kita doakan (nama baik kita, orang yang kita kecengin, harga diri, kekuasaan, dst). Apakah pada saat kita berdoa, Tuhan berikan saya teman hidup itu adalah permohonan yang didasari kebutuhan kita atau karena kita malu belum punya pacar dan kesepian – kurang perhatian. Permintaan yang didasarkan keinginan dipengaruhi banyak kedagingan, tetapi permintaan yang jujur berdasar pada kebutuhan akan dikabulkan Tuhan. Mari kita belajar untuk tidak mengajukan atau melakukan sesuatu dari titik yang salah yaitu kesobongan dan kesia-siaan. Permohonan yang kedua, “Berikanlah kepadaku hanya apa yang kuperlukan (bahasa Ibrani nya bagus banget – roti yang terbatas)”. Artinya, Agur meminta Tuhan untuk memberi segala sesuatu dengan pas sesuai dengan kebutuhan kita dan untuk kemuliaan Tuhan. Agur tahu, apabila Tuhan menyediakan secara berlebih akan membuat manusia menjadi angkuh dan tidak mengandalkan Tuhan, sebalikanya kekurangan akan membuat manusia berbuat dosa (terlalu khawatir, ingin jalan pintas, dst) sehingga nama Tuhan dipermalukan. Wah!!! prinsip yang sangat luar biasa… Seharusnya kita bergumul untuk menaikkan doa-doa seperti doa Agur. “Tuhan kalau boleh jangan buat saya punya terlalu banyak harta sehingga saya tidak mengandalkan Tuhan lagi, tapi jangan sampai saya menjadi terlalu miskin hingga harus mengemis dan tidak bisa memberkati orang lain – Tuhan jangan beri saya teman hidup yang terlalu sempurna sehingga saya mencintai dia lebih dari Engkau, tetapi jangan memberi teman hidup yang tidak tepat sehingga kerohanian saya tidak bertumbuh bahkan mati – Tuhan jangan beri saya kepandaian yang berlebih sehingga otak saya ingin menaklukan Engkau, tapi jangan beri kemampuan yang jongkok sehingga saya tidak dapat menunjukkan kehebatan-Mu – Tuhan jangan beri saya lingkungan yang terlalu nyaman sehingga saya tidak mau beranjak ke tempat yang Kau tunjukkan, tetapi jangan juga beri lingkungan yang terlalu berbahaya yang dapat membuat saya kehilangan iman. Tuhan jangan beri saya yang berlebihan, tetapi jangan beri saya yang terlalu kurang… hanya beri saya apapun yang Kau anggap cukup menurut takaran-Mu, Amin.”
Prinsip doa Agur seharusnya menjadi prinsip dalam mengajukan permintaan kita kepada Allah. Kita punya 24 jam sehari untuk mengajukan permohonan kita kepada Tuhan, tetapi alangkah baiknya apabila kita tidak terlalu terburu-buru untuk mengajukkannya… mari cek terlebih dahulu, apakah permintaan kita murni dan jujur atas apa yang kita butuhkan (bukan inginkan), dan apakah porsi permintaan kita sudah tepat menurut porsi Tuhan. Pasti doa kita menjadi permohonan terbaik yang akan diperkenan Allah.
post by: andre
3 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
iyah yah de… “yang penting cukup”
esther 03.31.09 @ 4:20 amke singapur berlebihan nih kyaknya..
jangan2 benar2 harus kembali =)
ko de, gw curi yah homi lu,
cen 04.17.09 @ 8:57 pmbuat saat teduh pagi gw…
hahahahah
tx…
tapi asa pernah baca…
hahahahahahahahaha
dan kenal isinya
ya udah gw cari sendiri aja deh..
cen 04.17.09 @ 8:59 pm